Pajak yang dipotong diluar negeri apakah bisa dikreditkan?

Pajak yang dibayar atau dipotong diluar negeri atas penghasilan yang  diperoleh di luar negeri dalam tahun yang bersangkutan,dapat dikreditkan  ke pajak yang terutang didalam negri sebesar PPh yang dipotong di luar negeri tetapi tidak boleh melebihi penghitungan pajak yang terutang berdasarkan Undang-Undang PPh. Penghitungan “batas maksimum kredit pajak luar negeri yang dapat dikreditkan” tersebut harus dilakukan untuk masing-masing negara sebagai mana diatur dalam UU PPh P

Objek Pajak Penghasilan Luar negri (PPH Pasal 24)
1.      Penghasilan dari saham dan ekuitas lainnya sertakeuntungan dari pengalihan saham dan sekuritas lainnya adalah Negara tempat badan yang menerbitkan saham atau sekuritas tersebut didirikan atau bertempat tinggal kedudukan
2.      Penghasilan berupa bunga, royalty, dan sewa sehubungan dengan penggunaan harta gerak  adalah Negara tempat pihak membayar atau dibebani bunga, royalty, dan sewa tersebut bertempat kedudukan atau berada
3.      Penghasilan berupa sewa sehubungan dengan penggunaan hart5a tak gerak adalah Negara tempat harta tersebut terletak
4.      Penghasilan berupa imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan adalah Negara tempat pihak yang membayar atau dibebani imbalan tersebut bertempat kedudukan atau berada
5.      Penghasilan BUT adalah Negara tempat BUT tersebut menjalankan usaha atau melakukan kegiatan
6.      Penghasilan dari sebagian atau seluruh hak penambangan atau tanda turut serta dalam pembiayaan atau permodalan dalam perusahaan pertambangan adalah Negara tempat lokasi penambangan berada
7.      Keuntungan karena pengalihan harta tetap adalah Negara tempat harta tetap berada
8.      Keuntungan karena pengalihan harta yang menjadi bagian dari suatu bentuk usaha tetap

Permohonan Kredit Pajak Luar Negeri
Untuk melaksanakan pengkreditan PPh Luar Negeri, wajib pajak wajib menyampaikan permohonan ke KPP bersamaan dengan penyampaian SPT Tahunan PPh, dilampiri dengan :
·      Laporan Keuangan dari penghasilan yang berasal dari luar negeri
·      Foto kopi Surat Pemberitahuan Pajak yang disampaikan di luar negeri
·      Dokumen pembayaran PPh di luar negeri.

 Tata Cara Perhitungan Kredit Pajak Luar Negeri
1.   Pada dasarnya Wajib Pajak dalam negeri terutang pajak atas seluruh penghasilan, termasuk penghasilan yang diterima atau diperoleh dari luar negeri.
2.   Untuk meringankan beban pajak ganda yang dapat terjadi karena pengenaan pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari luar negeri maka pajak yang dibayar atau terutang di luar negeri atas penghasilan dari Luar Negeri yang diterima atau diperoleh WP dalam negeri boleh dikreditkan terhadap pajak yang terutang dalam tahun pajak yang sama
3.   Besarnya kredit pajak luar negeri adalah paling tinggi sama dengan jumlah pajak yang dibayar atau terutang di luar negeri, tetapi tidak boleh melebihi jumlah tertentu yang dihitung berdasarkan perbandingan antara penghasilan dari luar negeri terhadap PKP, paling tinggi sama dengan pajak yang terutang atas PKP dalam hal PKP lebih kecil dari penghasilan luar negeri
4.   Apabila penghasilan luar negeri berasal dari beberapa Negara, maka perhitungan kredit pajak dilakukan untuk masing-masing Negara
5.   Dalam hal jumlah pajak penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri melebihi jumlah kredit pajak yang diperkenankan, maka kelebihan tersebut tidak dapat diperhitungkan dengan pajak penghasilan yang terutang tahun berikutnya, tidak boleh dibebankan sebagai biaya atau pengurang penghasilan, dan tidak dapat dimintakan restitusi
6.   Apabila pajak atas penghasilan dari luar negeri yang dikreditkan ternyata kemudian dikurangkan atau dikembalikan, maka pajak yang terutang menurut UU ini harus ditambah dengan jumlah tersebut pada tahun pengurangan atau pengembalian itu dilakukan

 

Dasar Hukum : 164/KMK.03/2002