Bagaimana ilustrasi penghitungan kredit pajak luar negri yang dapat dikreditkan di dalam negri?
PENGHITUNGAN KREDIT PAJAK LUAR NEGERI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI
1.       Penghasilan neto dalam negeri ( tidak termasuk penghasilan yang telah dipotong final ) Rp1,000,000,000.00
2.  Penghasilan Luar Negeri
a. Penghasilan bruto Malaysia $120,000
Pajak    15 % $18,000
Penghasilan netto $102,000
Penghasilan netto dari malaysia dlm Rupiah  misal dgn kurs Rp 10.000 Rp1,020,000,000.00
b. Penghasilan bruto Brunei $12,000
Pajak    25% $3,000
Penghasilan netto $9,000
Penghasilan netto dari Brunei dlm Rupiah  misal dgn kurs Rp 10.000 Rp90,000,000.00
PTKP (TK/0) Rp54,000,000.00
Penghasilan Kena Pajak Rp2,056,000,000.00
2.       Pajak Penghasilan terutang sesuai tarif pasal 17 UU PPh
5%  X Rp.50.000.000,00 = Rp2,500,000.00
15% X Rp. 200.000.000,00 = Rp30,000,000.00
25% X Rp. 250.000.000,00 = Rp62,500,000.00
30% X Rp. 1.466.000.000,00 =
= Rp466,800,000.00
    Total Rp561,800,000.00
3.       Batas maksimum kredit pajak LN
a. Untuk penghasilan di malaysia
Rp1,020,000,000.00 x Rp561,800,000.00 Rp278,714,007.78
Rp2,056,000,000.00
Pajak yang di bayarkan di malaysia sebesar 18.000 $ = Rp 180.000.000 dapat di kreditkan semua, karena lebih kecil dari batas max pengkreditan yaitu Rp. 278.714.007
b. untuk penghasilan di Brunei
Rp90,000,000.00 x Rp561,800,000.00 Rp24,592,412.45
Rp2,056,000,000.00
Pajak yang di bayarkan di Brunei sebesar 3.000 $ = Rp 30.000.000 tidak dapat di kreditkan semua, karena lebih besar dari batas max pengkreditan yaitu Rp 24.592.412.45
Sehinggga
Pajak yang terutang di indonesia Rp561,800,000.00
Kredit pajak di malaysia Rp180,000,000.00
Kredit pajak Brunei Rp24,592,412.45
Pajak yang dibayar di indonesia Rp357,207,587.55